Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Aksi Bersih Sampah di Gunung Gede Pangrango: 2,4 Ton Sampah Diangkut dari Jalur Pendakian

Gambar
  Gambar: Kegiatan bersih-bersih sampah di gunung Gede Pangrango Sumber: Instagram mountnesia Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bersama sejumlah komunitas relawan menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan pendakian Gunung Gede Pangrango pada 14–21 April 2025. Kegiatan kolaboratif ini bertujuan memulihkan kebersihan jalur pendakian yang selama ini tercemar sampah, utamanya plastik botol bekas pendaki. Inisiatif ini dipelopori oleh komunitas Volunteer Gede Pangrango Operation (GPO) dan Balai Besar TNGGP. Sejumlah komunitas seperti Raindeward 1819, Panthera, Cantigi, serta masyarakat sekitar turut ambil bagian. Kepala Balai TNGGP, Adhi Nurul Hadi, menegaskan kegiatan ini merupakan hasil inisiasi bersama untuk menjaga kawasan konservasi. “Ini bukan hanya agenda Balai, tetapi sinergi kami bersama para volunteer yang selama ini menjadi mitra pelestarian lingkungan,” ujarnya. Tiga Jalur, Ribuan Kilogram Sampah Operasi bersih menyasar tiga jalur utama pendakian ...

Hipotermia Di Gunung: Musuh Dalam Diam Yang Harus Diwaspadai

Gambar
Gambar: Keadaan pendaki yang mengalami hipotermia  Sumber: Intipseleb Mendaki gunung membuka pintu ke dunia penuh keajaiban, tapi di balik kecantikan alam itu, ada ancaman yang bisa menghentikan langkah pendaki dalam sekejap: hipotermia. Kenali lebih dalam bahaya tersembunyi ini dan cara melindungi diri di atas ketinggian. Dingin Tak Selalu Bersahabat Ada alasan mengapa banyak pendaki mengatakan bahwa mendaki gunung adalah "bertamu ke rumah alam." Sebagai tamu, kita harus memahami aturan tak tertulis di wilayah yang penuh pesona, namun juga keras ini. Salah satu bahaya terbesar di gunung adalah suhu dingin ekstrem yang datang tanpa kompromi. Bahkan saat matahari bersinar cerah, angin pegunungan bisa menusuk hingga ke tulang. Kondisi ini bisa dengan cepat membawa tubuh pada keadaan hipotermia — sebuah keadaan medis darurat yang berbahaya. Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksi panas, sehingga suhu tubuh turun di baw...

Dampak Perubahan Iklim terhadap Kawasan Pegunungan

Gambar
Gambar: Pemandangan bongkahan es di gunung Jayawijaya Papua Sumber: Kompas.com Dulu, mendaki gunung hanya soal menyiapkan fisik dan mental. Kini, ada satu hal lain yang harus diperhitungkan: iklim. Perubahan cuaca yang makin ekstrem membuat petualangan di ketinggian penuh kejutan yang tak selalu menyenangkan. Langit biru yang bersih, udara dingin yang menusuk, dan panorama alam yang memukau—itulah alasan banyak orang jatuh cinta pada gunung. Namun di balik keindahan itu, kawasan pegunungan kini menghadapi ancaman besar: perubahan iklim. Diam-diam tapi pasti, suhu bumi yang terus meningkat mulai mengubah wajah gunung-gunung, termasuk yang ada di Indonesia. Ambil contoh Gunung Jayawijaya di Papua. Satu-satunya gunung di Indonesia yang memiliki gletser abadi ini sedang kehilangan mahkotanya. Data dari LAPAN dan studi internasional menunjukkan lapisan es di Jayawijaya menyusut drastis, dan bisa hilang dalam beberapa tahun ke depan. Bukan hanya lanskap yang berubah—siklus air dan kehidupan ...

Pusat Primata Ragunan Lestarikan Primata Pegunungan: Siamang dan Lutung Budeng Jadi Sorotan

Gambar
Gambar 1: Pintu Masuk Pusat Primata Schmutzer Di tengah hiruk pikuk Ibu Kota, dua primata langka penghuni hutan pegunungan menjadi daya tarik utama di Pusat Primata Taman Margasatwa Ragunan. Siamang dan Lutung Budeng, yang terancam punah di habitat aslinya, kini hidup aman dalam kawasan konservasi seluas 13 hektare. Taman Margasatwa Ragunan terus memperkuat perannya sebagai lembaga konservasi satwa liar, terutama spesies primata endemik Indonesia. Dalam kunjungan ke Pusat Primata Ragunan, dua spesies penting yakni Siamang (Symphalangus syndactylus) dan Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) menjadi perhatian utama para pengunjung. Gambar 2: Foto atas Siamang dan bawah Lutung Budeng Siamang dikenal sebagai primata terbesar dari keluarga owa yang hidup di hutan pegunungan Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Suara nyaringnya yang khas dapat terdengar hingga radius satu kilometer, menjadikannya penanda alami hutan pegunungan. Sementara itu, Lutung Budeng, dengan bulu kehitaman atau oranye ke...

Lestarikan Gunung, Selamatkan Masa Depan

Gambar
  Gambar: Tumpukan sampah di gunung Rinjani Sumber: ntbsatu.com Di balik kabut tebal dan udara segar di puncak-puncak gunung Indonesia, tersembunyi sebuah kenyataan yang kerap luput dari pembicaraan. Gunung yang dahulu menjadi tempat pelarian untuk menenangkan diri dan menyatu dengan alam, kini perlahan berubah menjadi korban dari keserakahan serta ketidaktahuan manusia. Fenomena meningkatnya jumlah pendaki tanpa diiringi kesadaran ekologis menjadi persoalan serius yang perlu segera ditangani. Sampah plastik, coretan di batu-batu cadas, hingga jalur pendakian ilegal menjadi potret nyata dari kerusakan yang terjadi di banyak gunung. Pertanyaannya, apakah kita hanya ingin menikmati keindahan alam tanpa merasa berkewajiban untuk turut menjaganya? Gunung bukan sekadar lokasi petualangan atau tempat untuk membuat konten media sosial. Lebih dari itu, gunung adalah ekosistem penting yang menjadi penyangga kehidupan. Di ketinggian ribuan meter itu, tersimpan keanekaragaman hayati ...

“The Volcanoes Theatre”: Ketika Bromo Tampil di Panggung Dunia

Gambar
  Gambar: Foto landscape karya karya Fikri Muharom asal Indonesia "The Volcanoes Theatre" memenangkan  ajang The Pano Awards 2024     Sumber: thepanoawards.com Fotografer asal Surabaya, Fikri Muharom, menyabet penghargaan Southeast Asia Open Photographer of the Year di ajang The Pano Awards 2024 berkat karyanya The Volcanoes Theatre yang menampilkan panorama dramatis Gunung Bromo pagi hari. Kompetisi ini mengumpulkan lebih dari 4.500 entri dari 95 negara, sehingga prestasi Fikri menjadi salah satu yang paling menonjol. Foto tersebut diambil dari Bukit Pananjakan usai hujan malam sebelumnya, menghasilkan lautan kabut rendah yang memperkuat nuansa panggung alam Brom The Pano Awards merupakan kompetisi fotografi panorama internasional yang didukung Epson Asia Tenggara dan Epson Australia sebagai sponsor utama. Tahun ini, kategori Southeast Asia Open Photographer of the Year diperkenalkan untuk pertama kali, menarik peningkatan 70% peserta dari kawasan Asia...

Antarestar Outdoor Rayakan Hari Kartini dengan Kegiatan “Langkah Perempuan, Langkah Perubahan”

Gambar
  Gambar: Para perempuan berkumpul melakukkan kegiatan “Langkah Perempuan, Langkah Perubahan" yang di selenggarakann oleh Antarestar Outdoor Sumber: Instagram antarestar_outdoor Antarestar Outdoor memperingati Hari Kartini dengan mengadakan kegiatan "Langkah Perempuan, Langkah Perubahan" di Area Camp Pasir Reungit, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor. Acara ini memberdayakan perempuan melalui aktivitas luar ruang dan kampanye lingkungan minim sampah. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Antarestar Outdoor menggelar kegiatan bertajuk “Langkah Perempuan, Langkah Perubahan” pada 18–19 April 2025 di Area Camp Pasir Reungit, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor. Acara ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui aktivitas luar ruang dan kampanye lingkungan yang menekankan konsep minim sampah dan cinta bumi. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan perempuan dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis lingkungan, pelajar, dan pegiat komunitas. Mereka ber...

Kisah Mistis Gunung Guntur: Pendaki Asal Jakarta Alami Gangguan Tak Kasat Mata

Gambar
  Seorang pendaki asal Jakarta mengalami gangguan mistis saat mendaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, pada Januari 2025. Gunung yang dikenal dengan pemandangan indah ini juga diyakini masyarakat sekitar sebagai tempat keramat yang dijaga makhluk halus. Kejadian ganjil berupa suara langkah kaki dan gamelan yang dialami Zaini memperkuat kepercayaan adat setempat tentang pentingnya menjaga sikap dan etika selama berada di alam. Gunung Guntur, salah satu gunung berapi aktif di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan setelah seorang pendaki asal Jakarta mengalami kejadian mistis saat mendaki gunung tersebut pada Januari 2025. Gunung yang menjulang setinggi 2.249 meter di atas permukaan laut ini terkenal dengan jalur pendakian yang curam dan terbuka, serta keindahan pemandangan sunrise di puncaknya. Namun, bagi masyarakat lokal, Gunung Guntur juga diyakini sebagai kawasan yang diselimuti aura mistis dan kerap dikaitkan dengan cerita-cerita supranatural. Bagi masyarakat...

10 Makanan Wajib Pendaki Gunung: Praktis, Bergizi, dan Mengenyangkan

Gambar
Gambar: Memasak makanan saat pendakian Sumber: Tribun Medan Mendaki gunung bukan sekadar menaklukkan puncak, tapi juga merasakan kenikmatan setiap langkah. Setelah hari yang penuh tantangan, menyantap makanan yang lezat dan praktis menjadi penyemangat. Tak heran, banyak pendaki kini merekomendasikan menu-menu sederhana yang mudah dimasak sekaligus bergizi, agar tubuh tetap prima di setiap pendakian. Pendakian memerlukan asupan energi yang cukup dan cepat diserap tubuh.  Makanan yang ringan, tahan lama, bergizi, dan mudah diolah menjadi bekal penting agar energi tetap terjaga di tengah alam bebas. Bagi pendaki pemula, memilih asupan yang tepat bisa jadi penentu stamina sepanjang perjalanan. Berikut 10 rekomendasi makanan praktis yang siap menemani langkahmu menuju puncak. 1. Beras: Sumber Energi Utama Beras adalah makanan pokok yang memberikan karbohidrat kompleks, penting untuk energi berkelanjutan selama pendakian. Bawa sesuai kebutuhan dan pertimbangkan untuk memasaknya...

, Ini Rekomendasi Tas Gunung yang Wajib Kamu Coba

Gambar
Gambar: Rekomendasi tas carrier untuk pendaki Bayangkan ini: kamu baru satu jam mendaki, tapi pundak sudah sakit, punggung berkeringat parah, dan isi tas berantakan seperti kapal pecah. Bukan karena jalur terlalu berat, tapi karena kamu salah pilih tas. Yup, tas mungkin terlihat sepele, tapi nyatanya peran alat ini sangat krusial dalam dunia pendakian. Bagi para pendaki—baik pemula maupun yang sudah sering menjelajah alam bebas—tas adalah salah satu perlengkapan paling penting yang wajib dipersiapkan. Ia bukan hanya alat bawa, tetapi juga sistem penyimpanan logistik yang menunjang keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Pilih tas yang salah, kamu bisa kesulitan menata barang, mudah lelah, bahkan cedera. Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis dan spesifikasi tas yang sesuai dengan kebutuhan pendakian. Setiap gunung memiliki karakteristik berbeda, dan durasi pendakian pun menentukan besar kecilnya kapasitas tas yang harus dibawa. Nah, buat kamu yang sedang mencari tas ...

Antusiasme Pendaki Melonjak Usai Lebaran 2025

Gambar
  Gambar : Pemandangan dari atas Gunung Prau usai lebaran Sumber: Instagram prau_mountain Libur Lebaran 2025 dimanfaatkan ribuan pendaki untuk menaklukkan puncak-puncak gunung di Indonesia. Setelah penutupan sementara untuk pemulihan ekosistem, sejumlah jalur pendakian kembali dibuka dan mencatat lonjakan signifikan di gunung-gunung populer seperti Ciremai, Raung, Rinjani, dan Prau. ​ Libur panjang Lebaran 2025 menjadi momen yang dimanfaatkan ribuan pendaki untuk kembali menjelajahi jalur-jalur gunung yang telah dibuka kembali usai penutupan rutin awal tahun. Antusiasme tinggi terlihat dari jumlah pendaki yang memadati sejumlah gunung di Indonesia.​ Di Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mencatat sebanyak 4.888 pendaki melakukan pendakian selama libur Lebaran 2025. Jalur Apuy menjadi yang paling ramai dengan 1.802 pendaki, disusul jalur Palutungan sebanyak 1.682 orang. Jalur Trisakti Sadarehe juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan 1.329 pendaki. Adap...

PWI Lombok Utara Gelar Aksi Safety Mountaineering Journalism dan Clean Up Rinjani 2025

Gambar
Gambar:Kegiatan peduli lingkungan di gunung Rinjani Sumber:  insightnusantara.com Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar kegiatan "Safety Mountaineering Journalism dan Clean Up Rinjani 2025" pada 3–7 April 2025. Melibatkan puluhan relawan, aksi ini membersihkan jalur pendakian Gunung Rinjani dari sampah serta mengedukasi pendaki tentang keselamatan dan kepedulian lingkungan . Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan pendaki, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menginisiasi kegiatan bertajuk "Safety Mountaineering Journalism dan Clean Up Rinjani 2025" . Aksi yang berlangsung selama lima hari, dari 3 hingga 7 April ini, menyasar jalur pendakian Gunung Rinjani melalui pintu Senaru hingga kawasan Plawangan. Puluhan relawan dari kalangan jurnalis, komunitas pecinta alam, hingga penggiat konservasi turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka menyusuri jalur pendakian sambil memunguti...