Aksi Bersih Sampah di Gunung Gede Pangrango: 2,4 Ton Sampah Diangkut dari Jalur Pendakian
![]() |
| Gambar: Kegiatan bersih-bersih sampah di gunung Gede Pangrango Sumber: Instagram mountnesia |
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bersama sejumlah komunitas relawan menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan pendakian Gunung Gede Pangrango pada 14–21 April 2025. Kegiatan kolaboratif ini bertujuan memulihkan kebersihan jalur pendakian yang selama ini tercemar sampah, utamanya plastik botol bekas pendaki.
Inisiatif ini dipelopori oleh komunitas Volunteer Gede Pangrango Operation (GPO) dan Balai Besar TNGGP. Sejumlah komunitas seperti Raindeward 1819, Panthera, Cantigi, serta masyarakat sekitar turut ambil bagian. Kepala Balai TNGGP, Adhi Nurul Hadi, menegaskan kegiatan ini merupakan hasil inisiasi bersama untuk menjaga kawasan konservasi. “Ini bukan hanya agenda Balai, tetapi sinergi kami bersama para volunteer yang selama ini menjadi mitra pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Tiga Jalur, Ribuan Kilogram Sampah
Operasi bersih menyasar tiga jalur utama pendakian TNGGP, yakni Cibodas, Gunung Putri (Cianjur), dan Salabintana (Sukabumi). Fokus utama pembersihan berada di jalur Gunung Putri, yang menyumbang volume sampah terbanyak. Dalam sepekan, tim berhasil mengangkut sekitar 2,4 ton sampah, mayoritas berupa plastik bekas konsumsi pendaki.
Sementara itu, tim relawan dari Sukabumi yang menyisir jalur Salabintana berhasil menurunkan 45 karung sampah dengan total berat mencapai sekitar 242 kilogram. Menurut Humas TNGGP, Agus Deni, temuan dominan memang berupa plastik, termasuk botol air mineral, kemasan makanan, dan sampah non-organik lainnya. Semua sampah yang terkumpul akan diangkut dan dimusnahkan sesuai prosedur pengelolaan limbah TNGGP.
Pembatasan dan Tujuan Aksi
Karena jalur pendakian masih ditutup, kegiatan ini melibatkan hanya sekitar 50 orang relawan. Pembatasan ini diberlakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban, mengingat status penutupan masih berlaku. Meski demikian, antusiasme peserta tetap tinggi.
Adhi Nurul Hadi menjelaskan, aksi ini digelar setelah tim lapangan menemukan sejumlah tumpukan sampah di beberapa titik jalur. “Ini bagian dari persiapan sebelum pendakian dibuka kembali. Harapannya, saat jalur dibuka nanti, pengunjung bisa menikmati jalur yang bersih dan nyaman,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dan pendaki tentang pentingnya menjaga kelestarian gunung. Menurut pendiri komunitas Panthera, Eng Yanto, aksi bersih ini menjadi langkah awal membangun budaya bertanggung jawab. “Kesadaran menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas taman nasional, tapi tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Sanksi Tegas bagi Pembuang Sampah
TNGGP menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran kebersihan. Agus Deni menyampaikan bahwa pihaknya sudah lama mensosialisasikan kewajiban membawa turun kembali sampah, terutama botol plastik, dari area kemping. “Kami sudah mengimbau sejak awal. Jika tertangkap tangan membuang sampah sembarangan, pendaki bisa dikenai peringatan hingga blacklist,” tegasnya.
TNGGP juga secara aktif mengedukasi pendaki terkait prinsip zero waste hiking, sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan jangka panjang.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Aksi bersih sampah ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Selain berhasil mengurangi beban sampah di kawasan gunung, kegiatan ini dianggap menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara otoritas taman nasional dan masyarakat.
TNGGP menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi publik dalam pelestarian lingkungan. “Kami berterima kasih kepada semua relawan. Ke depan, kami harap kesadaran ini bisa menular ke semua pendaki,” pungkas Adhi.
Aksi bersih ini menandai upaya berkelanjutan untuk memastikan kawasan Gunung Gede Pangrango tetap bersih, lestari, dan nyaman bagi generasi mendatang.

Komentar
Posting Komentar