Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Sampah Menumpuk, Kesadaran Pendaki Masih Rendah

Gambar
Gambar: Tumpukan Sampah Sumber: superlive.id Gunung-gunung Indonesia, simbol keindahan dan ketangguhan alam, kini mulai kelelahan. Eksploitasi berlebihan oleh pendaki dan minimnya kesadaran ekologis membuat alam yang dulu teduh kini merintih pelan namun pasti. Gunung Rinjani, salah satu destinasi pendakian paling populer di Indonesia, kini menghadapi krisis lingkungan yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 40,8 ton sampah ditinggalkan pendaki di kawasan taman nasional, menurut data dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ( detik.com , 23 Mei 2025). Sampah yang paling banyak ditemukan berupa botol plastik, kemasan makanan instan, serta kantong plastik sekali pakai. Kondisi ini tak hanya merusak estetika alam, tetapi juga mengganggu ekosistem gunung, mulai dari satwa liar hingga sumber air alami di kawasan tersebut. Menanggapi kondisi tersebut, TNGR resmi menerapkan kebijakan Zero Waste Hiking pada April 2025. Pendaki kini dilarang membawa plastik sek...

Flora Langka di Puncak: Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Pegunungan Indonesia

Gambar
Gambar:  Potret Rafflesia Zollingeriana Sumber: Bayu Catur Pamungkas Pegunungan Indonesia menyimpan kekayaan flora langka yang terancam punah akibat tekanan alam dan manusia. Upaya pelestarian kini menjadi langkah penting menjaga keanekaragaman hayati di wilayah tinggi. Indonesia memiliki beragam flora langka yang tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian tertentu. Spesies seperti Nepenthes aristolochioides , kantong semar endemik di Sumatra, hidup di ketinggian 1.800-2.500 meter di Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh. Populasi tanaman ini di alam liar diperkirakan kurang dari 50 individu dewasa, menjadikannya sangat rentan terhadap kepunahan. Selain itu, Rafflesia zollingeriana , bunga langka di Jawa Timur, juga menghadapi ancaman serupa akibat hilangnya habitat. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa sekitar 25% flora pegunungan Indonesia masuk kategori langka dan dilindungi. Berbagai langkah pelestarian telah dijalankan, mulai dari penin...

Fiersa Besari Melodi di Atas Awan

Gambar
Gambar: Potret Fiersa Besari saat mendaki  Sumber: Instagram Fiersa Besari Di balik lirik-lirik puitis dan melodi yang menyentuh, Fiersa Besari menyimpan kisah petualangan yang menggetarkan jiwa. Musisi ini menjadikan alam sebagai panggung, tempat ia menulis lagu dan menemukan makna hidup. Fiersa Besari bukan hanya dikenal sebagai musisi indie dengan lirik-lirik yang menyentuh hati. Pria kelahiran Bandung, 3 Maret 1984 ini juga dikenal luas sebagai seorang penulis, petualang, dan pendaki gunung. Karya-karyanya mencerminkan kegemarannya menjelajah alam bebas, serta memperlihatkan betapa kuatnya hubungan batin yang ia miliki dengan keindahan alam Indonesia. Sejak aktif bermusik pada 2009, Fiersa telah menelurkan sejumlah lagu yang digemari oleh generasi muda. Namun, barangkali tak banyak yang tahu bahwa dirinya mulai menekuni dunia pendakian secara serius sejak 2012. Dalam berbagai wawancara dan unggahan di media sosial, ia mengaku bahwa mendaki gunung memberikan pengalaman spiritual...

Bertahan Tanpa Sinyal: Navigasi Manual adalah Kunci Selamat di Alam Liar

Gambar
Gambar: Penguunaan Kompas  Sumber: Della Musrifah Di era digital, GPS kerap dianggap penyelamat utama pendaki. Tapi saat sinyal hilang dan baterai habis, naluri dan teknik navigasi manual justru jadi kunci pulang dengan selamat. Teknologi telah mengubah cara manusia menjelajahi alam. Kini, pendaki gunung cukup bermodal ponsel pintar untuk membaca peta, menentukan lokasi, dan memetakan rute. Namun sayangnya, kemudahan ini menciptakan ketergantungan yang tidak sehat. Ketika sinyal hilang atau baterai habis di tengah hutan, banyak yang mendadak panik—lupa bahwa sebelum teknologi, manusia bertahan hidup dengan logika dan naluri. Berdasarkan data Badan SAR Nasional, lebih dari separuh kasus pendaki tersesat di Indonesia terjadi karena kesalahan navigasi. Faktor utamanya bukan cuaca buruk, melainkan minimnya pemahaman terhadap medan dan terlalu bergantung pada GPS. Inilah momen ketika kembali ke dasar menjadi penting: memahami peta kontur, mengenali arah dari alam, dan menggunakan akal...

Terbit dari Puncak: Sunrise yang Tak Pernah Biasa

Gambar
Gambar 1: Pemandangan Sunrise di Gunung Batur Sumber : Piqi blog Mengejar sunrise dari puncak gunung telah menjadi ritual tak tertulis di dunia pendakian. Di tengah dingin dan gelapnya dini hari, para pendaki rela melangkah demi menyaksikan momen langka: matahari yang terbit perlahan di atas lautan awan. Bukan sekadar pemandangan, sunrise di ketinggian menghadirkan pengalaman yang emosional—perpaduan lelah, kagum, dan syukur dalam satu waktu. Tak ada yang benar-benar biasa dari menyaksikan matahari terbit dari puncak gunung. Meski ia muncul setiap hari, cara ia menyapa dari ketinggian menghadirkan pengalaman yang sulit diulang dua kali dengan rasa yang sama. Sunrise di puncak bukan hanya pemandangan, tapi juga peristiwa yang dirayakan dalam diam. Pendaki tahu persis, momen ini tidak datang begitu saja. Ia perlu dikejar—dengan bangun di dini hari, menyusuri jalur yang belum sepenuhnya terjaga, dan menembus udara dingin yang membekukan. Semua itu dilakukan dalam gelap, saat sebagian duni...

Rinjani 100 2025: Ajang Lari Ekstrem yang Menyatukan Dunia di Kaki Gunung Rinjani

Gambar
Gambar 1: Start Run pada Rinjani 100 Sumber: Instagram rinjani100.ultra Rinjani 100 digelar pada 16–18 Mei 2025, diikuti 1.138 pelari dari 46 negara. Ajang lari gunung ini menempuh jalur hingga 162 km dan turut mengangkat pariwisata serta ekonomi Lombok Timur. Lombok Timur kembali menjadi tempat ajang lari lintas alam bergengsi, Rinjani 100, yang digelar pada 16–18 Mei 2025. Memasuki edisi ke-13, event ini berhasil menarik 1.138 pelari dari 46 negara, menjadikannya salah satu kompetisi trail running terbesar di Asia Tenggara . Para peserta menantang diri dalam lima kategori lomba: 27 km, 36 km, 60 km, 100 km, dan 162 km. Kategori terberat, 162 km, dimulai dari Desa Belanting, Lombok Timur, dengan batas waktu tempuh (Cut-Off Time) selama 55 jam. Sementara itu, kategori 100 km dan 60 km dimulai dari Desa Senaru, Lombok Utara, dengan COT masing-masing 36 jam dan 20 jam. Kategori 36 km dan 27 km dimulai dari Sembalun, Lombok Timur, dengan COT masing-masing 15 jam dan 9 jam. Semua kat...

INDOFEST 2025 Kembali Digelar: Festival Outdoor Terbesar Asia Tenggara Hadirkan Friendly Run dan Konser Musik

Gambar
  Gambar 1: Kondisi INDOFEST 2024 lalu Sumber : Instagram indofestofficial Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2025 kembali digelar di Jakarta Convention Center pada 12–15 Juni 2025. Mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian alam, event ini menyuguhkan pameran perlengkapan outdoor, kompetisi, hingga konser musik, dan kegiatan lari bertajuk INDOFEST Friendly Run. INDOFEST 2025, pameran outdoor dan petualangan terbesar se-Asia Tenggara, siap kembali menyapa publik pada 12–15 Juni 2025 di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Ajang tahunan ini menjadi titik temu ribuan pecinta alam, komunitas pendaki, serta pelaku industri luar ruang dari seluruh penjuru tanah air. Dengan tema “More Outdoor, More Collaboration”, INDOFEST 2025 menghadirkan beragam aktivitas menarik seperti hiking, camping, mountain biking, dan trail run. Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan ratusan booth perlengkapan outdoor dari merek lokal dan internasional, serta diskon hingga 70%. Salah...

Di Atas Awan: Senyap yang Bersuara di Gunung Sindoro

Gambar
Gambar 1: Pemandangan Gunung Sindoro Sumber: Syafara Zahwa Gunung Sindoro menyuguhkan keheningan yang penuh arti—dari kabut yang menyelimuti jalur, batuan sunyi, hingga awan yang bergulir di bawah kaki. Di balik diamnya, tersimpan kisah tentang alam yang berbicara tanpa suara. Gunung Sindoro bukan sekadar tempat tinggi yang dipandang dari jauh. Ia adalah ruang luas yang penuh narasi—bukan dari kata-kata, tapi dari bentuk, warna, dan suasana. Tidak ada suara keras, tidak ada lalu lalang, hanya udara tipis dan bisikan alam yang perlahan menyusun cerita dalam kepala siapa saja yang hadir di sana. Langitnya bersih tapi tak selalu biru. Kabut datang tanpa aba-aba, menyelimuti lanskap yang sebelumnya terbuka. Dalam sekejap, pandangan berubah. Pohon-pohon kehilangan wujud, jalur seolah hilang, dan yang tersisa hanyalah kepercayaan bahwa segalanya tetap ada meski tak terlihat. Di sinilah keheningan terasa penuh, bukan kosong. Lanskap Sindoro menyuguhkan kontras yang mengejutkan. Ada bagian yan...

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Tepat Memilih Sepatu Hiking untuk Pemula

Gambar
Gambar: Pengguna Sepatu Untuk Mendaki Gunung Sumber: Kumparan Harley Sastha Mendaki gunung menjadi aktivitas favorit banyak orang untuk menyatu kembali dengan alam. Namun, di balik pesonanya, medan yang menantang menuntut perlengkapan memadai. Salah satu yang paling krusial adalah sepatu hiking. Bagi pemula, memilih sepatu hiking kerap dianggap sepele. Padahal, alas kaki inilah yang menopang langkah di jalur terjal dan melindungi kaki dari risiko cedera. Salah pilih sepatu tak hanya membuat kaki lecet, tapi juga membahayakan keselamatan. Agar pendakian berjalan aman dan nyaman, berikut beberapa tips penting dalam memilih sepatu hiking yang tepat. 1. Ukuran yang Pas Sepatu yang terlalu sempit bisa memicu lecet dan kuku kaki sakit. Sebaliknya, sepatu yang terlalu longgar membuat kaki goyang dan mudah terkilir. Idealnya, beri ruang 0,5-1 cm di ujung jari untuk mengantisipasi pembengkakan saat mendaki. 2. Pilih Leher Sepatu Sesuai Medan Jenis leher sepatu menentukan seberapa besar perlindu...

Kemacetan di Jalur Pendakian Gunung Prau Via Patakbanteng Saat Libur Panjang Waisak 2025

Gambar
Gambar: Kepadatan Pendaki di Gunung Prau Saat Libur Panjang Waisak 2025 Sumber: Prau Trip  Libur panjang Waisak 2025 membuat jalur pendakian Gunung Prau via Patakbanteng, Wonosobo, padat hingga nyaris lumpuh. Ribuan pendaki antre berjam-jam di jalur sempit, melebihi kapasitas, sehingga memicu kemacetan dan risiko keselamatan yang mengharuskan pengelolaan pengunjung lebih ketat. Jalur pendakian Gunung Prau via Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, mengalami kepadatan luar biasa selama long weekend Waisak 2025. Ribuan pendaki memadati jalur yang sempit sehingga mengakibatkan kemacetan parah dan antrean panjang hingga nyaris lumpuh. Berdasarkan data dari Pos Pendakian Gunung Prau, jumlah pendaki pada hari Minggu (11/5/2025) mencapai sekitar 3.500 orang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan rata-rata hari biasa yang hanya sekitar 1.200 pendaki per hari. Lonjakan mencapai hampir 200 persen ini membuat jalur pendakian tidak mampu menampung pengunjung secara o...

52 Pendaki Gunung Rinjani Dilarang Mendaki Selama 5 Tahun karena Buang Sampah Sembarangan

Gambar
  Gambar: Pemandangan camping di gunung Rinjani Sumber: Girinesia Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menjatuhkan sanksi blacklist kepada 52 pendaki yang meninggalkan sampah di kawasan pendakian. Mereka dilarang mendaki selama lima tahun sebagai upaya menjaga kebersihan dan mendukung program Go Rinjani Zero Waste 2025. Sebanyak 52 pendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, resmi masuk daftar hitam atau blacklist oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Sanksi tegas ini dijatuhkan karena para pendaki tersebut tidak membawa turun sampah makanan yang mereka bawa saat mendaki, melanggar aturan baru dalam program Go Rinjani Zero Waste 2025. Sanksi Tegas untuk Pelanggar Aturan Kepala Pengendali Ekosistem Hutan TNGR, Budi Soesmardi, menjelaskan bahwa sanksi blacklist ini berlaku selama lima tahun. Selama masa tersebut, para pendaki yang melanggar tidak diperbolehkan melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Rinjani. “Jumlah pendaki yang di-blacklist sebanyak 52 orang, peny...

Bukan Puncak, Tapi Titik Tercantik Menatap Keindahan Gunung: Posong Temanggung

Gambar
Gambar: Pemandangan di Taman Wisata Posong, Temanggung  Sumber: Kecamatan Kledung Lupakan sejenak pendakian sulit. Posong di Temanggung suguhkan cara lain nikmati gunung. Dari ketinggiannya, saksikan panorama Sumbing, Sindoro, dan puncak lain. Pesona alam mudah diakses, sebuah pengalaman apresiasi gunung yang berbeda. Bagi sebagian penikmat alam, mendaki hingga ke puncak gunung merupakan tujuan utama, sebuah penaklukan yang menawarkan kebanggaan tersendiri. Namun, pesona pegunungan tak hanya terbatas pada titik tertinggi yang sulit dicapai itu. Ada cara lain untuk mengagumi keagungannya, yaitu dengan menikmatinya dari kejauhan, dari sebuah titik pandang yang strategis, tempat mata leluasa menyapu bentang alam yang megah. Di sinilah Taman Wisata Posong hadir, sebuah destinasi di Temanggung, Jawa Tengah, yang menawarkan perspektif unik: menikmati panorama puncak-puncak legendaris Pulau Jawa langsung dari "teras" yang nyaman di ketinggian. Terletak di lereng Gunung Sindoro, tepa...

10 Cara Packing Carrier yang Benar untuk Pemula

Gambar
Tips Agar Hiking Anda Menjadi Lebih Menyenangkan dan Aman Gambar : Berbagai perlengkapan untuk hiking Sumber : eatnow.id Packing carrier yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan hiking. Bagi pendaki pemula, mengetahui cara mengemas ransel dengan efisien akan membuat perjalanan lebih menyenangkan. Ikuti panduan ini untuk packing yang praktis dan siap menjelajah alam bebas. Hiking adalah petualangan yang menyenangkan, tetapi ada satu hal yang tak boleh diabaikan—packing yang benar. Banyak pendaki pemula merasa bingung saat harus mengemas barang untuk pendakian, tetapi sebenarnya, packing yang baik akan membuat pengalaman hiking Anda jauh lebih nyaman dan aman. Bayangkan, dengan ransel yang terorganisir dengan baik, Anda bisa berjalan lebih ringan, menghindari cedera, dan menikmati setiap momen di alam bebas. Berikut adalah 10 cara packing carrier yang benar yang akan membantu Anda mengemas ransel dengan lebih efisien dan memaksimalkan kenyamanan selama perjalanan. 1. Meng...

Gunung Bawakaraeng: Surga Tersembunyi di Atap Awan Sulawesi Selatan

Gambar
  Gambar : Pemandangan Atap Awan Gunung Bawakareang Sumber : YouTube Fahrul Zainuddin Menjulang setinggi 2.830 meter di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Gunung Bawakaraeng bukan sekadar tujuan pendakian. Dikenal sebagai “atap awan” dan “surga tersembunyi” Sulawesi Selatan, gunung ini menyuguhkan lanskap alam yang memesona sekaligus mengajak setiap pendaki untuk merenung dan bertanggung jawab menjaga kelestariannya. Gunung Bawakaraeng, yang menjulang setinggi 2.830 meter di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, adalah destinasi yang tak hanya menantang fisik para pendaki, tetapi juga menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa. Julukan “surga tersembunyi” dan “atap awan” Sulawesi Selatan bukanlah sekadar kiasan. Di sinilah alam dan spiritualitas berpadu dalam suasana yang magis dan menenangkan, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung. Nama “Bawakaraeng” berasal dari bahasa Makassar, yang berarti “mulut dewa”. Gunung ini dianggap suci oleh masyarakat setempa...

Pendaki Malaysia Tewas di Gunung Rinjani, Evakuasi Terkendala Medan Curam

Gambar
Gambar : Proses evakuasi  pendaki asal Malaysia yang terjatuh di jalur Torean, Gunung Rinjani Sumber : Humas SAR.Matraman (Kompas) Seorang pendaki asal Malaysia, Rennie bin Abdul Ghani (57), ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar 100 meter di jalur pendakian Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, 3 Mei 2025. Insiden tragis ini terjadi di kawasan Banyu Urip, jalur Torean, saat korban dan rombongannya sedang dalam perjalanan turun dari Danau Segara Anak menuju Sembalun. Jalur Ekstrem Torean Kembali Telan Korban Rennie dan 23 pendaki lainnya yang berasal dari Malaysia memulai pendakian mereka pada 1 Mei 2025 dari jalur Sembalun. Mereka ditemani oleh empat pemandu profesional dan sembilan porter lokal yang akan membantu membawa perbekalan mereka. Setelah bermalam di tepi Danau Segara Anak, rombongan melanjutkan perjalanan turun melalui jalur Torean, yang dikenal dengan medan terjal dan berbahaya. Jalur ini memiliki banyak tebing curam yang me...