Antusiasme Pendaki Melonjak Usai Lebaran 2025

 

Gambar : Pemandangan dari atas Gunung Prau usai lebaran
Sumber: Instagram prau_mountain

Libur Lebaran 2025 dimanfaatkan ribuan pendaki untuk menaklukkan puncak-puncak gunung di Indonesia. Setelah penutupan sementara untuk pemulihan ekosistem, sejumlah jalur pendakian kembali dibuka dan mencatat lonjakan signifikan di gunung-gunung populer seperti Ciremai, Raung, Rinjani, dan Prau.

Libur panjang Lebaran 2025 menjadi momen yang dimanfaatkan ribuan pendaki untuk kembali menjelajahi jalur-jalur gunung yang telah dibuka kembali usai penutupan rutin awal tahun. Antusiasme tinggi terlihat dari jumlah pendaki yang memadati sejumlah gunung di Indonesia.​

Di Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mencatat sebanyak 4.888 pendaki melakukan pendakian selama libur Lebaran 2025. Jalur Apuy menjadi yang paling ramai dengan 1.802 pendaki, disusul jalur Palutungan sebanyak 1.682 orang. Jalur Trisakti Sadarehe juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan 1.329 pendaki. Adapun dua jalur lainnya, Linggarjati dan Linggasana, masing-masing hanya dilintasi 62 dan 13 orang. ​

Gunung Raung di Jawa Timur juga mengalami lonjakan aktivitas pendakian setelah kembali dibuka pada 3 April 2025. Pada 4 April, tercatat lebih dari 200 pendaki memadati jalur menuju puncak. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang menuju puncak, yang sempat viral di media sosial. ​Meski status Raung saat ini Waspada Level 2, pendakian tetap dibuka dengan aturan bahwa pendaki tidak diperkenankan mendekati radius 3 kilometer. Dia pastikan memandu para pendaki dengan mematuhi aturan tersebut.


Di wilayah timur Indonesia, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat kembali dibuka sejak 3 April 2025. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menerapkan kebijakan pembatasan jumlah pendaki, yaitu maksimal 700 orang per hari. Kepala BTNGR, Yarman, menyatakan bahwa pembatasan ini merupakan langkah ideal untuk menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Gunung Rinjani. "Kami paham wisatawan memang banyak jumlahnya. Tapi kami enggak berani keluar dari kebijakan untuk menjaga ekosistem lingkungan. Sebab, itu juga agar pendaki tersebut nyaman dalam berwisata," ujar Yarman pada 5/4/2025 dalam wawancara yang di ambil dari Pos Bali.

Gunung Prau di Jawa Tengah juga telah membuka seluruh jalur pendakiannya sejak 1 April 2025. Pendaftaran pendakian dilakukan secara langsung (offline) di masing-masing pos pendakian.

Para pengelola jalur pendakian mengimbau calon pendaki untuk mematuhi peraturan yang berlaku, melakukan booking sesuai prosedur, serta mempersiapkan fisik dan perlengkapan dengan baik. Selain itu, pendaki diingatkan untuk menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di jalur pendakian.​

Dengan dibukanya kembali jalur-jalur pendakian pasca Lebaran, diharapkan aktivitas pendakian dapat berlangsung dengan aman dan tetap menjaga kelestarian alam.​


Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDOFEST 2025 Kembali Digelar: Festival Outdoor Terbesar Asia Tenggara Hadirkan Friendly Run dan Konser Musik

Amfibi Outdoor: Solusi Sewa Peralatan Mendaki Lengkap dan Terjangkau

Kemacetan di Jalur Pendakian Gunung Prau Via Patakbanteng Saat Libur Panjang Waisak 2025