“The Volcanoes Theatre”: Ketika Bromo Tampil di Panggung Dunia
![]() |
| Gambar: Foto landscape karya karya Fikri Muharom asal Indonesia "The Volcanoes Theatre" memenangkan ajang The Pano Awards 2024 Sumber: thepanoawards.com |
Fotografer asal Surabaya,
Fikri Muharom, menyabet penghargaan Southeast Asia Open Photographer of the
Year di ajang The Pano Awards 2024 berkat karyanya The Volcanoes Theatre yang
menampilkan panorama dramatis Gunung Bromo pagi hari. Kompetisi ini
mengumpulkan lebih dari 4.500 entri dari 95 negara, sehingga prestasi Fikri
menjadi salah satu yang paling menonjol. Foto tersebut diambil dari Bukit
Pananjakan usai hujan malam sebelumnya, menghasilkan lautan kabut rendah yang
memperkuat nuansa panggung alam Brom
The Pano Awards
merupakan kompetisi fotografi panorama internasional yang didukung Epson Asia
Tenggara dan Epson Australia sebagai sponsor utama. Tahun ini, kategori Southeast
Asia Open Photographer of the Year diperkenalkan untuk pertama kali,
menarik peningkatan 70% peserta dari kawasan Asia Tenggara. Dari ribuan karya,
panel juri menilai kreativitas, keunggulan teknis, dan orisinalitas sebelum
memilih pemenang. Kemenangan Fikri menjadi catatan penting karena merupakan
piala perdana di kategori ini. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan nama
Indonesia di peta fotografi panorama dunia.
Momen di Bukit Pananjakan
Pada hari pemotretan,
hujan malam di Surabaya menciptakan kondisi sempurna: langit cerah sebelum
fajar dan kabut rendah di kaldera Bromo. Fikri memanfaatkan titik pandang di
Bukit Pananjakan untuk mengerahkan drone, memotret lanskap seluas 180 derajat
agar kesan teater alam terpancar jelas. Menurutnya, kabut yang menyelimuti
kawah menambah lapisan dramatis tanpa mengurangi kesan sunyi pagi. Hasil
bidikan memperlihatkan guratan lembah dan semburan asap kawah seolah menjadi
tirai dan panggung yang hidup. Fikri menuturkan bahwa ia mengutamakan rasa
alih-alih persiapan teknis berat, sehingga setiap jepretan terasa organik dan
mengalir. Keberuntungan cuaca pun dianggapnya sebagai unsur utama yang tidak
bisa diduplikasi.
Dampak pada Pariwisata
dan Citra Indonesia
Karya The Volcanoes
Theatre memancing perhatian media internasional, termasuk liputan di Time
Out Asia yang memuji kedalaman narasi visual foto tersebut. Ulasan tersebut
menyebut bahwa foto ini menjadi bukti betapa fotogeniknya lanskap Indonesia di
panggung dunia. Media lokal seperti Disway dan Lombok Post turut menyoroti
bagaimana Bromo tampil bak teater alami berkat bidikan Fikri. Peningkatan minat
wisatawan mancanegara diperkirakan akan terjadi setelah publikasi foto ini,
mengingat banyak pesan masuk dari luar negeri yang mengaku terinspirasi. Citra
Indonesia sebagai destinasi alam unggulan menjadi semakin kuat berkat prestasi
ini.
Inspirasi dan Harapan
Bagi Fikri, penghargaan
ini bukan sekadar trofi, melainkan pengingat pentingnya menjaga kelestarian
alam. Ia berharap generasi muda tergerak untuk memotret alam Indonesia
sekaligus menjadi duta konservasi melalui karya mereka. Dengan teknologi drone
dan perangkat sederhana, siapa saja bisa mengekspresikan kecintaan pada gunung
dan hutan Nusantara. Menurutnya, jika kita sudah jatuh hati pada keindahan
alam, komitmen merawatnya akan datang dengan sendirinya.
Setelah kemenangan ini,
Fikri berencana menggelar pameran keliling yang menampilkan seri foto
gunung-gunung Indonesia. Ia juga aktif membagikan proses di media sosial untuk
memberi inspirasi praktis bagi penggiat foto lanskap pemula. Ke depan, Fikri
menargetkan eksplorasi destinasi baru demi mengeksplorasi keunikan alam
Nusantara. Dengan lensa dan rasa yang terus diasah, panggung alam Indonesia
akan terus dibawa ke pentas dunia oleh karya-karya seperti The Volcanoes
Theatre.

Komentar
Posting Komentar