Rinjani 100 2025: Ajang Lari Ekstrem yang Menyatukan Dunia di Kaki Gunung Rinjani

Gambar 1: Start Run pada Rinjani 100
Sumber: Instagram rinjani100.ultra
Rinjani 100 digelar pada 16–18 Mei 2025, diikuti 1.138 pelari dari 46 negara. Ajang lari gunung ini menempuh jalur hingga 162 km dan turut mengangkat pariwisata serta ekonomi Lombok Timur.
Lombok Timur kembali menjadi tempat ajang lari lintas alam bergengsi, Rinjani 100, yang digelar pada 16–18 Mei 2025. Memasuki edisi ke-13, event ini berhasil menarik 1.138 pelari dari 46 negara, menjadikannya salah satu kompetisi trail running terbesar di Asia Tenggara .
Para peserta menantang diri dalam lima kategori lomba: 27 km, 36 km, 60 km, 100 km, dan 162 km. Kategori terberat, 162 km, dimulai dari Desa Belanting, Lombok Timur, dengan batas waktu tempuh (Cut-Off Time) selama 55 jam. Sementara itu, kategori 100 km dan 60 km dimulai dari Desa Senaru, Lombok Utara, dengan COT masing-masing 36 jam dan 20 jam. Kategori 36 km dan 27 km dimulai dari Sembalun, Lombok Timur, dengan COT masing-masing 15 jam dan 9 jam. Semua kategori finish di Hotel Nusantara Sembalun .
Medan yang dilalui peserta sangat menantang, meliputi tanjakan curam, jalur berbatu, hutan lebat, dan perubahan cuaca ekstrem. Keindahan alam Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi latar belakang yang memukau, namun juga menuntut ketangguhan fisik dan mental para pelari.
Salah satu sorotan tahun ini adalah keberhasilan pelari asal Nepal, Sange Sherpa, yang menyelesaikan kategori 162 km dalam waktu 41 jam 4 menit 32 detik, mengalahkan batas waktu yang ditetapkan panitia . Prestasi lainnya datang dari pelari Rusia, Konstantin Firsov, yang memecahkan rekor kategori 60 km dengan waktu 12 jam 22 menit.
![]() |
| Gambar 1: Sang pemenang kategori 162 km Sange Sherpa Sumber: Instagram rinjani100.ultra |
Penyelenggaraan Rinjani 100 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi pariwisata Lombok Timur. Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menyatakan bahwa event ini menjadi momentum penting bagi pembangunan daerah.
“Event Rinjani 100 ini bukan hanya soal olahraga ekstrem, tapi juga momentum promosi pariwisata dan pemberdayaan UMKM lokal,” ujarnya, dikutip dari portal.lomboktimurkab.go.id.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, Rinjani 100 semakin mengukuhkan posisinya sebagai ajang trail running kelas dunia yang menantang sekaligus mempromosikan keindahan alam Indonesia

Komentar
Posting Komentar