Taman Nasional Bromo Terus Diawasi: Drone Ungkap Aktivitas Ilegal di Kawasan Lindung
![]() |
| Gambar : Petugas gabungan mencabuti tanaman ganja yang ditemukan Sumber : Radar Banyuwangi |
Sebuah ladang ganja
tersembunyi seluas sekitar satu hektare ditemukan di lereng Gunung Bromo
setelah terekam drone patroli pada Senin (25/3/2025). Tim gabungan kepolisian
dan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) langsung
bergerak ke lokasi dan memastikan keberadaan ratusan batang ganja yang sebagian
sudah siap panen. Polisi menduga ladang ini telah beroperasi selama beberapa
bulan dengan memanfaatkan lokasi terpencil agar tidak terdeteksi.
Ladang ganja ditemukan
pada Senin (25/3) oleh tim gabungan kepolisian dan petugas Balai Besar Taman
Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS). Lokasinya cukup tersembunyi, jauh dari
jalur wisata, sehingga tidak mudah terdeteksi. Awalnya, tim patroli dari Balai
Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) melakukan pemantauan
menggunakan drone untuk mengecek aktivitas di kawasan konservasi. Namun, di
salah satu lereng yang jauh dari jalur wisata, mereka menemukan pola tanaman
yang mencurigakan.
“Dari udara terlihat ada
area hijau yang berbeda dari vegetasi sekitar. Setelah diperbesar, kami menduga
itu adalah tanaman ganja,” ujar Agus Budi Santoso, Kepala BBTNBTS. Temuan ini
langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan laporan
tersebut, tim gabungan kepolisian dan petugas taman nasional segera turun ke
lokasi pada Senin (25/3). Perjalanan menuju ladang tidak mudah karena berada di
medan yang terjal dan tersembunyi.
Saat tiba di lokasi,
dugaan mereka terbukti. Ratusan batang ganja setinggi hampir satu meter tumbuh
subur di area seluas sekitar satu hektare. Beberapa di antaranya bahkan sudah
siap panen. “Kami juga menemukan sistem irigasi sederhana dan bekas panen yang
ditinggalkan,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP Rachmad Wijaya.
Dari penyelidikan awal,
polisi menduga ladang ini sudah beroperasi selama beberapa bulan terakhir. Para
pelaku memanfaatkan lokasi terpencil agar tidak mudah terdeteksi. Selain itu,
mereka menanam ganja di antara tanaman liar agar tidak terlihat mencolok dari
kejauhan.
“Kami yakin ada lebih
dari satu orang yang terlibat dalam kasus ini. Saat ini, kami sedang melakukan
pengejaran terhadap pelaku,” tambah AKBP Rachmad.
Penemuan ladang ganja ini
membuat warga sekitar terkejut dan khawatir. Mereka takut nama Gunung Bromo
yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia malah dikaitkan
dengan aktivitas ilegal.
“Kami tidak menyangka ada
yang berani menanam ganja di sini. Ini bisa merusak citra Bromo di mata
wisatawan,” ujar seorang warga.

Komentar
Posting Komentar