BNPB Tegaskan Langkah Penanganan Pasca Erupsi Gunung Ibu dalam Konferensi Pers

 

Gambar : Siarab Langsung Konferensi Pers Bersama BNPB dan Kepala Badan Geologi 
Sumber : Akun YouTube BNPB Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar konferensi pers pada Rabu (15/1/2025) untuk memberikan informasi terkini terkait erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara. Dalam pernyataannya, BNPB menegaskan bahwa upaya mitigasi dan evakuasi terus dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat terdampak.

Kronologi Erupsi Gunung Ibu

Gunung Ibu, salah satu gunung berapi aktif di Maluku Utara, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak awal Januari 2025. Seismograf mencatat peningkatan gempa vulkanik dalam, gempa tremor, serta letusan kecil yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan aktivitas ini menyebabkan Badan Geologi menaikkan status Gunung Ibu dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III) pada 10 Januari 2025.

Pada Rabu pagi, 15 Januari 2025, sekitar pukul 07.11 WIT, Gunung Ibu mengalami erupsi besar dengan tinggi kolom abu mencapai 4.000 meter di atas puncak. Material vulkanik yang dimuntahkan terdiri dari abu, pasir, dan kemungkinan lontaran batuan pijar yang berpotensi mengancam pemukiman di sekitar gunung. Akibat aktivitas vulkanik yang semakin intensif, status gunung dinaikkan dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).

Zona Bahaya dan Evakuasi Warga

Dalam keterangannya, BNPB menekankan bahwa zona bahaya telah diperluas hingga radius lima kilometer dan sektoral enam kilometer ke arah utara dari kawah aktif. “Kami mengimbau warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang sudah disediakan pemerintah daerah dan tidak beraktivitas dalam zona merah,” tegas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Hingga saat ini, BNPB bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat telah mengevakuasi lebih dari 500 warga ke lokasi pengungsian yang aman. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lima titik pengungsian dengan fasilitas dasar mencukupi.

Kesiapan Alat Peringatan Dini dan Koordinasi Antar Lembaga

BNPB memastikan bahwa empat alat peringatan dini (EWS) yang terpasang di sekitar Gunung Ibu berfungsi optimal. “Kami terus berkoordinasi dengan BMKG, Badan Geologi, serta instansi terkait untuk memastikan peringatan dini berjalan efektif,” kata Abdul Muhari.

Pemerintah pusat juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa makanan, obat-obatan, serta masker untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik. Tim BNPB juga akan dikerahkan untuk memantau langsung kondisi di lapangan.

Dengan perkembangan situasi yang terus dipantau, masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan pemerintah dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak resmi. “Kami akan terus memberikan pembaruan secara berkala agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat,” tutup Abdul Muhari dalam konferensi pers tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDOFEST 2025 Kembali Digelar: Festival Outdoor Terbesar Asia Tenggara Hadirkan Friendly Run dan Konser Musik

Amfibi Outdoor: Solusi Sewa Peralatan Mendaki Lengkap dan Terjangkau

Kemacetan di Jalur Pendakian Gunung Prau Via Patakbanteng Saat Libur Panjang Waisak 2025